Kemensos Kaji Skema Distribusi MBG ke Lansia, Relawan Disiapkan untuk Antar Hingga ke Rumah

Pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah mengkaji mekanisme baru dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Salah satu opsi yang disiapkan adalah melibatkan relawan sosial untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang membutuhkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa sebagian lansia, terutama yang berusia di atas 75 tahun, memiliki keterbatasan mobilitas sehingga membutuhkan bantuan tambahan dalam menerima layanan tersebut. Karena itu, relawan dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pengantar makanan, tetapi juga sebagai pendamping sosial.

Menurutnya, relawan yang berada di bawah pembinaan Kementerian Sosial telah memiliki kapasitas dasar untuk melakukan interaksi dan pendampingan terhadap kelompok rentan, sehingga diharapkan distribusi bantuan bisa lebih efektif dan manusiawi.

Saat ini, skema pelibatan relawan masih dalam tahap pematangan dan uji coba bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah berupaya memastikan sistem distribusi berjalan optimal sebelum diterapkan secara luas.

Pada pelaksanaan sebelumnya, program MBG telah menjangkau puluhan ribu lansia dan penyandang disabilitas. Ke depan, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat hingga ratusan ribu orang di berbagai daerah.

Untuk mendukung ketepatan sasaran, pemerintah daerah akan dilibatkan dalam proses pendataan penerima manfaat. Data dari tingkat kabupaten dan kota diharapkan dapat membantu memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

Pemerintah menilai pendekatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan sosial berbasis kebutuhan, sekaligus meningkatkan kualitas intervensi gizi bagi kelompok rentan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *