Perkuat Sinergi Politik dan Keumatan, PKB DIY Gelar Safari Ramadan ke PCNU

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memantapkan langkah politiknya dengan memperkuat relasi sosial-keagamaan melalui rangkaian safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi awal kepengurusan baru periode 2026–2031.

Selama dua hari berturut-turut, Jumat hingga Sabtu (27–28 Februari 2026), Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan silaturrahim ke sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai kabupaten/kota di DIY.

Rangkaian kunjungan diawali di Kulonprogo dengan menemui Ketua PCNU setempat, KH Luqman Arifin Fathul Huda, serta Rois Syuriah KH Saifuddin. Selanjutnya rombongan melanjutkan silaturrahim ke Bantul dengan menemui KH Damanhuri dan Prof Dr H Riyanta.

Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Gunungkidul, Sleman, dan Kota Yogyakarta. Sejumlah tokoh yang disowani antara lain KH Muhammad Tohari, KH Sya’ban Nuroni, KH Syakir Ali, KH Sidik Pramono, KH Sholehuddin al-Mansyur, hingga Dr H M Yazid Affandi.

Umaruddin menjelaskan bahwa agenda safari ini bukan sekadar perkenalan pengurus baru, tetapi juga menjadi forum untuk menyerap aspirasi dari para ulama dan tokoh masyarakat.

“Silaturrahim ini menjadi ruang untuk mendengarkan masukan dan arahan, agar langkah PKB ke depan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan partai politik tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai elemen, khususnya tokoh agama, menjadi hal penting dalam merumuskan arah kebijakan dan perjuangan politik.

Ia menegaskan, silaturrahim menjadi fondasi utama dalam membangun kolaborasi yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga kultural dan spiritual.

“Sinergi yang terbangun bukan hanya kerja organisasi, tetapi juga hubungan batin antara PKB dan para ulama,” tambahnya.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, para tokoh NU di DIY disebut memberikan sambutan positif terhadap kepengurusan baru DPW PKB. Mereka berharap kolaborasi antara NU dan PKB dapat semakin kuat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan para kiai dan berbagai elemen masyarakat, PKB DIY optimistis mampu menjalankan perannya secara lebih produktif, termasuk dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

“Dengan doa dan dukungan para ulama, kami optimistis dapat memperjuangkan kepentingan rakyat sekaligus memperkuat basis pelayanan kepada masyarakat,” kata Umaruddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *