Sultan HB X Tegur Pelaksanaan MBG di DIY, Minta Menu Diperbaiki dan Biaya Transparan
Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X merespons tegas keluhan masyarakat terkait kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Ia menegaskan pelaksanaan program tersebut tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan harus benar-benar memenuhi standar gizi yang layak bagi siswa.
Belakangan, sejumlah orang tua siswa mengeluhkan sajian MBG yang dinilai kurang memadai karena lebih banyak berisi roti dibandingkan makanan berat bergizi seimbang. Menyikapi hal itu, Sultan langsung meminta evaluasi menyeluruh.
Ia telah memerintahkan Sekretaris Daerah DIY untuk memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY guna melakukan pembenahan sistem penyediaan makanan.
“Kami ajukan syarat kepada penanggung jawab bahwa tidak sekadar jadi. Harapannya menunya diperbaiki, tetapi juga ada transparansi harga,” tegas Sultan di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/2).
Menurutnya, setiap komponen makanan yang disajikan harus memiliki rincian biaya yang jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Ia mencontohkan, jika terdapat tambahan buah seperti pisang, maka harga satuannya perlu dicantumkan secara terbuka.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala BGN Regional DIY, Gagat Widyatmoko, menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan perbaikan. BGN DIY, kata dia, siap mengubah komposisi menu dari dominasi roti menjadi sajian yang lebih lengkap dan sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Pada prinsipnya kami mendukung penuh langkah transparansi tersebut sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat,” ujar Gagat.
Ia juga menegaskan BGN tidak keberatan jika SPPG mencantumkan harga satuan bahan makanan dalam setiap paket MBG, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik.
