BRI Percepat Program 3 Juta Rumah, Salurkan KPR ke 17 Ribu Lebih Debitur

Pemerintah terus mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen. Pemerintah memperkirakan sektor perumahan dapat menyumbang sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan tersebut apabila target pembangunan tiga juta rumah per tahun berhasil direalisasikan.

Salah satu mitra yang berperan penting dalam mendukung program tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui optimalisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP), BRI memperluas akses pembiayaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa penyaluran KPP merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pembiayaan yang inklusif sekaligus berkelanjutan. Hingga awal 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur. Capaian tersebut setara dengan 28,75 persen dari target penyaluran KPP sepanjang tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8 triliun.

Menurut Hery, pencapaian ini didukung oleh kekuatan fundamental BRI yang memiliki basis nasabah luas serta jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Dengan dukungan tersebut, pembiayaan sektor perumahan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok industri konstruksi.

“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 didukung oleh kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau pelosok Indonesia. Dengan demikian, pembiayaan sektor perumahan, termasuk bagi pelaku UMKM di rantai pasok konstruksi, dapat tersalurkan lebih merata dan efektif,” ujar Hery.

Tidak hanya mendorong sisi konsumsi, penguatan pembiayaan perumahan juga diarahkan pada sisi produksi. Program KPP dirancang untuk membantu pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil, hingga distributor di daerah agar dapat terlibat aktif dalam pembangunan perumahan rakyat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri perumahan yang berkelanjutan sekaligus memberikan efek pengganda bagi perekonomian daerah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turut memberikan apresiasi terhadap optimalisasi penyaluran KPP oleh BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Ia menilai akselerasi penyaluran pembiayaan dengan tata kelola dan manajemen risiko yang baik akan semakin memperkuat penyaluran KUR Perumahan secara nasional.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI atas komitmennya dalam memastikan KUR Perumahan terserap dengan sangat baik. Hingga saat ini, BRI merupakan bank penyalur terbesar KUR Perumahan. Peran dan dukungan BRI tentu sangat strategis dalam memperkuat program perumahan rakyat,” ujar Maruarar.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan, Program 3 Juta Rumah diharapkan tidak hanya memperluas akses hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *