Jelang HUT Ke-81 RI, Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi melalui Pangan, Infrastruktur, dan Investasi
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintah dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Capaian tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, stabilitas energi, percepatan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kinerja investasi, serta perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Presiden Prabowo menilai berbagai capaian selama dua tahun pemerintahan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Menurutnya, sejumlah program prioritas telah menunjukkan perkembangan positif dan memberikan dasar yang semakin kuat bagi pembangunan nasional.
“Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi. Tapi, saya kira dua tahun boleh lah kita, ya. Rapor kita oke menurut saya, ya,” ujar Presiden Prabowo.
Di sektor pangan, pemerintah terus memperkuat produksi dalam negeri untuk mewujudkan swasembada sekaligus menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional. Penguatan sektor tersebut menjadi strategis mengingat dinamika global dapat memengaruhi rantai pasok dan ketersediaan komoditas pangan.
“Swasembada pangan nyata. Periksa gudang semua. Kita siap. Ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan, kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain,” tegas Presiden.
Selain ketahanan pangan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sektor energi dengan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga energi, termasuk BBM bersubsidi. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi kegiatan ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.
Penguatan fondasi ekonomi juga dilakukan melalui percepatan pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa. Pemerintah terus mendorong pembangunan jembatan desa untuk meningkatkan konektivitas masyarakat, membuka keterisolasian wilayah, serta memperlancar mobilitas orang dan barang. Jumlah pembangunan jembatan desa disebut semakin mendekati 2.500 unit.
Di sektor investasi dan pengelolaan aset negara, Presiden turut menyoroti perkembangan kinerja Danantara Indonesia. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, pendapatan Danantara disebut mengalami peningkatan sekitar 400 persen dalam satu tahun operasional. Namun, Presiden menekankan bahwa angka tersebut masih memerlukan proses audit dan verifikasi sebelum menjadi capaian final.
“Dalam satu tahun beroperasi Danantara kita, saya dapat laporan bahwa revenue, penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, kurang lebih,” ungkap Presiden.
Peningkatan kinerja tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan pengelolaan aset dan investasi strategis nasional. Optimalisasi investasi menjadi penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan, memperkuat sektor produktif, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.
Sejalan dengan penguatan ekonomi nasional, perluasan inklusi keuangan juga terus berlangsung hingga tingkat akar rumput. BRI melalui jaringan BRILink Agen memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap kantor perbankan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRILink Agen dikembangkan dengan pendekatan sharing economy yang melibatkan warung, kios pasar, serta pelaku usaha ultra mikro sebagai bagian dari jaringan pelayanan.
“Pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi setiap masyarakat untuk tumbuh dan berkembang, tanpa dibatasi letak geografis,” ujarnya.
Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti transaksi keuangan, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, layanan asuransi, hingga referensi pembiayaan. Model tersebut tidak hanya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha yang menjadi agen.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi nasional dilakukan melalui pendekatan yang saling terhubung, mulai dari ketahanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur dasar, optimalisasi investasi negara, hingga perluasan inklusi keuangan. Dengan menjaga kesinambungan kebijakan dan memastikan setiap capaian terverifikasi serta memberikan manfaat nyata, pemerintah memiliki ruang untuk semakin memperkuat ketahanan ekonomi dan memperluas pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
