Silaturahmi Ramadan, Kapolri Serukan Persatuan dan Dukungan Program Pemerintah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga perwakilan masyarakat sipil di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat komunikasi lintas elemen sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan nasional.

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas negara sekaligus mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan pemerintah. Ia menilai, tanpa soliditas antar elemen masyarakat, agenda besar nasional akan sulit tercapai secara optimal.

“Momentum kebersamaan seperti ini penting untuk terus merawat persatuan, karena dari sinilah kekuatan bangsa dibangun untuk mendukung program pemerintah, termasuk mewujudkan agenda besar Asta Cita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sigit menyoroti kondisi global yang saat ini tengah diliputi ketidakpastian. Menurutnya, dinamika internasional yang tidak stabil berpotensi memberikan dampak langsung terhadap situasi dalam negeri, baik dari sisi ekonomi, keamanan, maupun sosial.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan nasional yang ditopang oleh soliditas masyarakat. “Kita tidak bisa menghindari dampak global, tetapi kita bisa memperkuat diri dengan menjaga persatuan dan stabilitas di dalam negeri,” katanya.

Di sisi lain, Kapolri menegaskan komitmen Polri dalam menjaga ruang demokrasi, khususnya bagi mahasiswa dan generasi muda untuk menyampaikan aspirasi. Ia menyebut kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari sistem demokrasi yang harus tetap dijaga.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menurutnya, menjadi syarat utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional.

“Kritik dan aspirasi tentu kami terima sebagai bagian dari demokrasi. Namun di saat yang sama, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas agar pembangunan dapat berjalan,” jelasnya.

Kapolri juga menegaskan bahwa institusinya terbuka terhadap kritik dan evaluasi publik sebagai bagian dari upaya reformasi Polri menuju institusi yang profesional, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin Polri terus berkembang menjadi institusi yang dicintai masyarakat, dan itu hanya bisa dicapai dengan keterbukaan terhadap masukan,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Sigit mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga iklim demokrasi yang sehat dan situasi keamanan yang kondusif. Ia optimistis, dengan kolaborasi seluruh pihak, cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

“Persatuan, stabilitas, dan kolaborasi adalah kunci agar kita bisa membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *