10 Kota Baru Akan Dibangun Demi Percepat Realisasi Program 3 Juta Rumah

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bakal membangun 10 kota baru sebagai strategi utama untuk mengejar target ambisius Program 3 Juta Rumah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pembangunan tersebut menyasar wilayah dengan kebutuhan hunian tinggi guna menekan backlog perumahan nasional.

Adapun, rencana tersebut diperkuat melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mengamankan ketersediaan lahan.

“Kami sudah mendapatkan data untuk bakal 10 kota baru. Di antaranya ada Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, kemudian Kubu Raya, kemudian beberapa titik lainnya,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian ATR/BPN, Kamis (16/4/2026).

Maruarar yang juga akrab disapa Ara itu menjelaskan bahwa data lokasi potensial, khususnya di wilayah Jawa Timur, telah dikantongi pemerintah untuk segera ditindaklanjuti secara teknis.

Mempercepat upaya tersebut, pemerintah akan membentuk tim bersama lintas kementerian dan lembaga guna melakukan survei lapangan secara mendalam di lokasi-lokasi calon kota baru tersebut.

“Kemudian kita bersepakat akan membuat tim bersama yang melakukan survei-survei di lokasi itu,” tambahnya.

Selain mencanangkan pembangunan kota baru, pemerintah juga tengah mengincar lahan-lahan menganggur milik negara, termasuk aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta untuk hunian vertikal.

Langkah ini diambil guna memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan akses hunian layak di tengah keterbatasan lahan perkotaan yang semakin akut.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria sempat menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan aset milik perusahaan pelat merah yang belum teroptimalisasi untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). 

“Kami siap mendukung program 3 juta rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama,” kata Dony.

Adapun kelima wilayah yang menjadi fokus pemetaan lahan tersebut mencakup Provinsi Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *