Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Tegaskan Komitmen Negara Memutus Rantai Kemiskinan
Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif melalui Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi nasional untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Dalam waktu yang relatif singkat, Program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kementerian Sosial telah mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 36 provinsi, dengan hampir 15.000 siswa pada tahun pertama pelaksanaan. Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, kapasitas program terus diperluas dengan target sekitar 32.000 peserta didik, sementara hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 28.568 siswa telah dinyatakan lolos proses verifikasi bersama pemerintah daerah. Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, lebih dari 5.000 guru dan tenaga kependidikan telah direkrut. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat pada 2029 sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan nasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui sistem pendidikan berasrama yang memungkinkan proses pembinaan berlangsung secara menyeluruh.
“Setiap siswa akan dibina dan dikembangkan sesuai bakat serta minatnya agar mampu tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Gus Ipul saat Open House Sekolah Rakyat di Pekanbaru.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik memperoleh pendidikan formal yang dipadukan dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, penguatan kepercayaan diri, serta pengembangan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Komitmen pemerintah juga ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Pemerintah menargetkan lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya menyelesaikan pendidikan menengah, tetapi juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah. Mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, disiplin, berkarakter, memiliki jiwa nasionalisme, dan siap melanjutkan kuliah ataupun bekerja agar mampu memutus rantai kemiskinan keluarganya,” ujar Agus Jabo.
Implementasi program juga mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah. Di Pontianak, misalnya, 270 siswa dari keluarga desil 1 dan 2 diterima melalui proses seleksi yang melibatkan Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan Program Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.
Sejalan dengan peningkatan jumlah peserta didik, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur permanen. Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Surabaya, yang berdiri di atas lahan sekitar 6,6 hektare dan direncanakan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Pemerintah menargetkan lebih dari 200 gedung permanen dapat dibangun pada tahun berikutnya, lengkap dengan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama, serta fasilitas kesehatan untuk mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Program ini juga mulai menunjukkan hasil nyata. Pada tahun pertama penyelenggaraannya, sebanyak 458 siswa dijadwalkan menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 361 siswa SD, 85 siswa SMP, dan 12 siswa SMA. Para lulusan dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya ataupun memasuki dunia kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
Ke depan, pemerintah terus memperkuat berbagai aspek implementasi Program Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan, pembangunan fasilitas pendidikan permanen, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penyempurnaan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pembentukan karakter, literasi digital, dan kecakapan hidup. Sinergi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Koordinator PMK, serta pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas program secara berkelanjutan.
Melalui pendidikan berasrama yang mencakup pembelajaran, pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan karakter, layanan kesehatan, hingga pendampingan psikososial, Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Dengan dukungan lintas sektor dan pengembangan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
