Dorong Pemanfaatan CNG untuk Perkuat Produktivitas UMKM Pedesaan
Pemerintah terus mendorong diversifikasi pemanfaatan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Salah satu langkah yang dikembangkan adalah pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif sumber energi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di daerah yang belum terjangkau jaringan gas pipa.
Pengembangan pemanfaatan CNG tersebut dilakukan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, sebagai bagian dari perluasan akses energi gas bumi sekaligus mendukung pertumbuhan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan sektor energi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan desa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi apabila didukung oleh penguatan UMKM, kreativitas masyarakat, budaya, serta pemanfaatan berbagai keunggulan lokal.
“Kami melihat desa memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui UMKM, kreativitas masyarakat, budaya, dan potensi lokal,” ujar Fajriyah.
Menurutnya, pengembangan sektor energi perlu memberikan nilai tambah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pengenalan CNG tidak hanya dilakukan sebagai upaya memperluas pemanfaatan gas bumi, tetapi juga dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekosistem usaha di daerah.
Ketersediaan energi yang memadai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan UMKM. Berbagai kegiatan produksi, mulai dari pengolahan pangan, industri rumah tangga hingga sektor kuliner, membutuhkan sumber energi yang dapat mendukung kegiatan usaha secara konsisten. Kehadiran alternatif seperti CNG memberikan pilihan tambahan bagi pelaku usaha yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur energi.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan potensi di lingkungannya,” kata Fajriyah.
PGN juga memperkenalkan penggunaan CNG Cylinder atau Gaslink sebagai salah satu solusi bagi pelaku UMKM serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), terutama di wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas.
Division Head Corporate Social Responsibility PT Perusahaan Gas Negara Tbk Krisdyan Widagdo Adhi menjelaskan bahwa skema tersebut memberikan alternatif pemanfaatan gas bumi tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa menjangkau seluruh wilayah.
“Dari sisi bisnis, kami melihat sebagai momentum untuk memperkenalkan solusi energi CNG kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan energi, khususnya UMKM dan sektor Horeka,” ujar Krisdyan.
Model distribusi tersebut dapat menjadi solusi transisi bagi daerah yang memiliki kebutuhan energi cukup besar tetapi belum memiliki infrastruktur jaringan gas secara permanen. Dengan demikian, pemanfaatan gas bumi dapat diperluas secara lebih fleksibel sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain memperluas akses energi, pengenalan CNG juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai berbagai pilihan sumber energi yang dapat digunakan dalam kegiatan produksi. Informasi mengenai karakteristik, pemanfaatan, serta kebutuhan operasional CNG menjadi penting agar penggunaannya dapat dilakukan secara aman dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
Dengan tersedianya pilihan energi yang semakin beragam, pelaku UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan produksinya. Ketersediaan energi yang lebih dekat dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat juga dapat membantu memperkuat ekosistem usaha lokal dan membuka peluang pengembangan kapasitas produksi.
Pengembangan CNG bagi UMKM sekaligus menunjukkan keterkaitan antara kebijakan energi dan agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat. Infrastruktur energi yang semakin adaptif dapat mendukung tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, terutama di daerah yang selama ini belum sepenuhnya memperoleh akses terhadap sumber energi berbasis gas bumi.
Ke depan, perluasan pemanfaatan CNG dapat terus diperkuat melalui pemetaan kebutuhan energi UMKM, pengembangan sarana distribusi, peningkatan edukasi mengenai penggunaan gas yang aman, serta kolaborasi antara pemerintah, badan usaha energi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Pendekatan tersebut diperlukan agar pengembangan infrastruktur energi memberikan dampak ekonomi yang semakin luas.
Dengan perluasan akses CNG dan penguatan ekosistem usaha lokal, pemanfaatan gas bumi berpotensi menjadi salah satu pendukung peningkatan produktivitas UMKM di pedesaan. Langkah tersebut tidak hanya memperluas pilihan energi bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, penciptaan nilai tambah, serta penguatan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
