Capai Swasembada Pangan, Presiden Prabowo Subianto Alihkan Fokus ke Energi dan Air

Pemerintah Republik Indonesia (RI) berhasil mencapai target swasembada pangan nasional setelah 42 tahun. Capaian itu terakhir kali terealisasi ketika era Orde Baru pada 1984 silam. Produksi beras kala itu melesat hingga mencapai sekitar 27 juta ton, surplus 2 ton dari angka konsumsi nasional.

Setelah empat dekade lebih berlalu, swasembada pangan nasional kembali terulang. Presiden RI, Prabowo Subianto yang mengumumkannya secara langsung pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat. Yang mana, rencana awalnya dapat terwujud selama empat tahun, namun tuntas dalam satu tahun.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, produksi beras nasional sepanjang 2025 melonjak hingga 34,71 juta ton. Angkanya naik 13,36% dari tahun lalu dengan menghasilkan surplus sebesar 3,53 juta ton. Indonesia pun menyetop impor beras konsumsi karena stok cadangan beras di gudang Bulog mencapai 4,2 juta ton.

Oleh karenanya, Kepala Negara kini mengalihkan fokus terhadap percepatan swasembada energi dan pembangunan ketahanan air. Ia menegaskan, akselerasi pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari tekad pemerintahnya untuk memastikan kekayaan dan potensi nusantara benar-benar terkelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Juga bisa membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin berdaulat, mandiri, dan disegani dunia,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari presidenri.go.id, Sabtu (18/7/2026).

Selain itu, Prabowo Subianto akan berupaya mengebut program peremajaan tanaman tebu nasional. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, program itu rencananya tuntas dalam waktu empat tahun. Kini, Pemerintah RI berupaya merampungkannya hanya dalam kurun waktu dua tahun atau memangkas separuhnya.

Presiden RI pun menyambut optimisme tersebut sembari mengingatkan seluruh jajarannya agar tetap menjaga kondisi kesehatan di tengah tingginya intensitas pekerjaan. “Menteri-menteri dan jenderal-jenderal jangan ambruk karena negara dan bangsa masih butuh kalian. Jadi, kita akan percepat semua usaha dengan bekerja keras,” tutur Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto ‘Bersih-Bersih’

Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemerintahannya mengakselerasi terwujudnya Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kerja keras di berbagai sektor strategis. Salah satunya dengan menertibkan berbagai aktivitas ilegal yang merugikan selama ini negara. Di antaranya penyelundupan hingga praktik pertambangan, perkebunan, perikanan, dan perdagangan.

Presiden Prabowo Subianto berjanji menindak setiap bentuk penyalahgunaan wewenang maupun tindakan yang merugikan kepentingan rakyat. Ia menyatakan, aparatur negara yang telah mendapat kepercayaan dari masyarakat harus bekerja sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, bukan sebaliknya.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat, saya tidak toleransi, sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu,” ujarnya.

Prabowo Subianto pun mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai unsur yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi mengebut pencapaian program-program prioritas nasional. Ia menilai, semangat kerja keras itu lahir dari kesadaran bahwa rakyat Indonesia sudah terlalu lama menghadapi kondisi yang tidak sepadan. Padahal, potensi bangsa sangat besar dan kaya akan sumber daya.

“Saya bangga melihat kerja keras semua unsur dengan gesit dan tidak istirahat. Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai, melainkan akan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” papar Prabowo.

Presiden RI lantas mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dalam mengelola dan menjaga kekayaan nasional. Ia menekankan, kebersamaan menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. “Bersatulah untuk mengamankan dan menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *