Bank Indonesia Amankan Rupiah Pakai Cadangan Devisa 10 Miliar Dollar

Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa sekitar 10 miliar dollar AS sejak awal tahun 2026 untuk intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus melemah. Kebijakan penyelamatan mata uang ini dilaporkan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (19/5/2026).

Langkah taktis tersebut berdampak pada penurunan cadangan devisa nasional, seperti dilansir dari Money. Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat menyusut menjadi 146,2 miliar dollar AS per akhir April 2026, dari posisi sebelumnya sebesar 156,5 miliar dollar AS pada akhir Desember 2025.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa dana dari cadangan devisa tersebut dialokasikan untuk melakukan intervensi pada pasar spot, baik di dalam maupun luar negeri.

“Karena itu cadangan devisa kami juga turun. Jangan kaget, turun sekitar 10 miliar dollar AS. Tapi jumlah intervensi ini baru spot, baru tunai,” ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI.

Pihak bank sentral juga menerapkan strategi pelapis melalui hedging, swap, dan forward guna mencegah terkurasnya cadangan devisa secara berlebihan. Instrumen lain seperti menaikkan imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut dioptimalkan untuk menarik aliran modal asing.

“Penurunan cadangan devisa yang sekitar 10 miliar dollar AS itu baru sebagian saja intervensi yang tunai ini. Karena yang sebagian besar lebih dari dua per tiga itu adalah untuk secara swap sama hedging. Karena ini adalah supaya tidak semuanya menguras cadangan devisa,” jelas Perry Warjiyo, Gubernur BI.

Kondisi eksternal Indonesia dinilai masih memiliki ketahanan yang memadai di tengah gejolak pasar keuangan. Skala cadangan devisa saat ini dilaporkan setara dengan 114 persen dari standar kecukupan internasional yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar 146,2 miliar dollar AS. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,” ungkap Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI secara tertulis pada Selasa (19/5/2026).

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengelola cadangan devisa secara terukur demi menghadapi tingginya ketidakpastian global. Sepanjang Mei 2026, rupiah berulang kali menyentuh rekor terendah dari level Rp 17.400 pada 5 Mei hingga mencapai Rp 17.729 per dollar AS pada perdagangan Selasa pukul 13.59 WIB menurut data Bloomberg.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *