Kemensos Perkuat Penanganan Bencana Sumatera, Pilar Sosial Jadi Garda Terdepan

Kementerian Sosial bergerak cepat dalam merespons bencana di wilayah Sumatera dengan mengerahkan seluruh kekuatan pilar sosial, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga Karang Taruna. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa pengawalan dilakukan secara menyeluruh sejak proses penerimaan hingga pelaporan bantuan. Hal ini menjadi krusial untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, mengingat seluruh penyaluran bantuan berada di bawah pengawasan ketat lembaga audit negara seperti BPKP dan BPK.

“Setiap bantuan harus dapat dipertanggungjawabkan. Jika tidak terserap tepat waktu, anggaran berpotensi kembali ke kas negara,” tegasnya.

Dari total alokasi anggaran sebesar Rp2 triliun untuk penanganan dampak bencana, sekitar Rp700 miliar telah tersalurkan kepada penerima manfaat. Sementara itu, lebih dari Rp200 miliar masih dalam proses pencairan dan ditargetkan segera diterima masyarakat dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, Kemensos telah memverifikasi sekitar 75.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinyatakan valid, serta lebih dari 270.000 individu penerima bantuan jaminan hidup (jadup).

Dalam penyalurannya, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia dengan tiga skema distribusi, yakni pengambilan langsung di kantor pos, penyaluran berbasis komunitas di kantor desa atau kecamatan, serta layanan antar langsung ke rumah khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Kemensos juga menegaskan bahwa peran pemerintah desa dan kecamatan hanya sebagai fasilitator lokasi, sementara seluruh proses distribusi tetap dilakukan oleh petugas resmi PT Pos Indonesia guna menjaga integritas penyaluran.

Melalui penguatan peran pilar sosial di lapangan, pemerintah berupaya memastikan bantuan tidak hanya cepat tersalurkan, tetapi juga tepat guna dan transparan bagi seluruh korban bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *