Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Dukung Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Papua sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemerataan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui Kementerian Sosial, pemerintah menargetkan pembangunan empat Sekolah Rakyat permanen di Provinsi Papua. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap di Biak Numfor, Sarmi, Jayapura, dan Jayapura Regency sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional VI Papua, John Herman Mampioper, menjelaskan bahwa pemerintah terus mematangkan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. Selain pembangunan di empat lokasi prioritas, pemerintah juga mengusulkan pengembangan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah lain, seperti Supiori, Mamberamo Raya, Waropen, dan Keerom yang saat ini masih dalam proses pemenuhan persyaratan administrasi.
Menurut John Herman Mampioper, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga merupakan bentuk intervensi sosial yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, program ini diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih komprehensif bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Dukungan terhadap pelaksanaan program juga datang dari pemerintah daerah. Asisten II Sekretariat Daerah Jayapura Regency, Abdul Rahman Basri, menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki keterbatasan layanan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui konsep pendidikan berasrama, pemerintah menyediakan layanan pendidikan secara terpadu yang mencakup proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik selama mengikuti pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa secara menyeluruh.
Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Papua diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memperluas kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Dalam jangka panjang, program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing generasi muda Papua, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan di wilayah Papua.
