Prabowo Kurban 8 Sapi di DIY, Ada yang Nyaris 1 Ton

Presiden Prabowo berkurban 8 ekor sapi di Provinsi DIY pada Iduladha tahun ini. Salah satu sapi kurban itu bernama Joni Anggoro, beratnya nyaris 1 ton, harganya Rp 85 juta.

Sapi ras simmental atau Swiss Fleckvieh ini dari peternak asal Mlati, Sleman, yang bernama Mustofa. Ia merawat Joni sejak masih pedet hingga kini berusia 3,5 tahun.

“Namanya Joni Anggoro, dari kecil saya pelihara, dari pedet, ini 3,5 tahun,” kata Mustofa usai acara serah terima sapi bantuan presiden di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Selasa (26/5/2026).

“Ini ras dari Swiss, karena ras dari luar (negeri) saya ingin nama luar juga, Joni gitu ya. Tapi ada gabungan Anggoro. Saya pengin di situ ada nama Jawanya, jadi Joni Anggoro,” sambungnya.

Mustofa menceritakan awal mula Joni bisa terpilih menjadi sapi kurban presiden. Joni yang dirawat Mustofa rutin mendapatkan vaksin di Puskeswan Sleman, sehingga keberadaan Joni diketahui oleh petugas Puskeswan.

“Waktu divaksinasi kita lihat ibu-ibu dari Puskeswan melihat sapi kita kok besar. (Ditawari) ‘Pak bagaimana kalau kita daftarkan sebagai sapi presiden?’ Kita ya antusias, semangat, seneng. Akhirnya kita coba, alhamdulillah lolos terpilih menjadi sapi presiden,” ujarnya.

“Ini waktu penimbangan satu bulan yang lalu itu ada 891 kilogram. Jadi mungkin kalau sekarang lebih dari 900 ini mungkin. Harga kita kasih untuk Bapak Prabowo Rp 85 juta,” imbuh Mustofa.

Joni Anggoro adalah satu dari delapan sapi Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan ke provinsi DIY. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan, ada 8 sapi presiden yang dibagikan untuk Pemda DIY, Pemkot, Pemkab, dan Istana kepresidenan Yogyakarta.

“Untuk Provinsi satu ekor, nah itu diberikan ke Sleman, yang paling besar tadi (Joni). Kemudian untuk Kabupaten Kota masing-masing satu ekor, untuk Istana (kepresidenan DIY) ada dua ekor,” kata Aris.

“Kriteria dari pusat itu (sapi) yang paling berat dari masing-masing kabupaten/kota, tapi kenyataan untuk Kota Jogja kan tidak punya, sehingga kota Jogja kita ambilkan dari Bantul,” lanjutnya.

Sedangkan sapi kurban dari Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, kata Aris, berjumlah 9 ekor. Sapi-sapi itu juga diserahkan ke tiap Kabupaten/kota.

“Dari Pemda DIY ada 9 ekor sapi, di Kulon Progo sudah terkirim 2 ekor. Di sini ada seremonial 7 ekor, ada yang (diserahkan) ke Pura (Pakualaman), untuk Kasultanan, dan untuk Kabupaten/kota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *