Resmikan SPPG dan Teken MoU dengan BGN, Persis All Out Dukung MBG Prabowo

Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Persatuan Islam yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) dan Badan Gizi Nasional (BGN), menjadi penegasan konkret keterlibatan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala BGN, Dadang Hindayana, sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam penguatan program gizi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang Hindayana menyampaikan apresiasi atas peran aktif PP Persis yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan program MBG sejak awal peluncurannya pada 6 Januari 2025.

Ia menekankan bahwa keterlibatan organisasi masyarakat seperti Persis menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi program, terutama dalam pembangunan dapur-dapur SPPG di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat puluhan ribu unit SPPG telah tersebar di Indonesia, yang sebagian besar terwujud melalui skema kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.

Dadang menilai langkah PP Persis melalui Yayasan Sabaris Insan Madani menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan fasilitas layanan gizi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan profesionalisme pengelolaan.

Menurutnya, model kolaborasi semacam ini memungkinkan percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan gizi secara lebih efektif dibandingkan jika dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. Oleh karena itu, BGN mendorong agar pola kemitraan yang telah terbangun dapat terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, menegaskan bahwa dukungan terhadap program MBG tidak semata-mata dilihat dari aspek pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Ia menyebut bahwa program ini memiliki nilai strategis sebagai sarana dakwah bil hal, yaitu melalui praktik langsung dalam memberikan edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, kebersihan, serta etika makan yang baik.

Jeje juga menambahkan bahwa pengelolaan dapur SPPG di lingkungan Persis dirancang untuk memberdayakan potensi lokal, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan pengelola. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang disajikan agar tetap sehat, layak konsumsi, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan SPPG di lingkungan pesantren dinilai dapat menjadi sarana penguatan kemandirian ekonomi jamiyyah serta mendukung pengembangan ekosistem pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Melalui kolaborasi ini, PP Persis menyatakan komitmennya untuk turut memastikan program MBG dapat berjalan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihaknya juga berupaya meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah publik agar program ini dapat dipahami sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berkelanjutan serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *