mediatugu – Kumpulan mahasiswa yang mengaku Aliansi Mahasiswa Pati (Amati) melakukan unjuk rasa menolak gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Aksi menolak gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dilakukan di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati siang ini.
Dalam Aksinya Aksi penolakan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di pati, disebabkan gerakan KAMI ini dapat memecah belah persatuan Indonesia.
“Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dianggap sebagai sebuah kelompok yang akan memecah belah rakyat Indonesia. Khususnya hal ini masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Syaifuddinselaki Koordinator Lapangan.
Oleh karena itu Aliansi Mahasiswa Pati (Amati) meminta DPRD Kabupaten Pati untuk juga ikut menolak gerakan KAMI. Terlebih di Bumi Mina Tani, Gerakan KAMI belum mendeklarasikan diri.
“Kami berharap Kabupaten Pati ini bebas dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia,” lanjutnya.
dalam aksi demostrasi tersebut, Perwakilan DPRD Kabupaten Pati berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada para pejabat yang berwenang.
“Akan kami sampaikan aspirasi saudara sekalian kepada para pejabat yang berwenang,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo.
Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diinisiasi oleh beberapa tokoh nasional.
Seperti Mantan Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin, Mantan Sekretaris Kementarian BUMN Said Didu, akademisi Rocky Gerung, dan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.
Mereka melakukan gerakan ini sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 2020 lalu, mereka menggelar deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.